Jumaat, 8 April 2011
Amira Nurain March 13 at 3:12pm
Ukhty, ketika senyummu tak terbalas,
Allah telah menghitung manisnya senyummu.
Saat sapaanmu tak terjawab,
Allah tak lupa berapa kata yang kau ucapkan.
Saat ajakanmu dalam kebaikan tak terpenuhi,
lelahmu tak kan tertinggal di catat Roqib-Nya.
Ketika kau menangis atas perihnya perjuangan,
Allah tak pernah lalai menghitungberapa titis air matamu.
Ketika mereka lari meninggalkanmu,
Allah tak pernah lalai menyertaimu...
Hatiku seperti buku,
di halaman pertma kutulis nama Allah karena tempat ku serahkan hidup dan matiku.
di halaman kedua ku tulis nama orang tuaku,karena tanpa mereka aku tidak akan ada di dunia ini.
lalu ku buka halaman tengah ku tulis nama orang-orang yang pernah menyakitiku, karena bahagian tengah mudah disobek dan dibuang.
Di halaman terakhir ku tulis namamu Saudara/i ku karena kita akan menjadi sahabat yang takkan pernah ku lupakan sampai akhir cerita buku kehidupanku, dan tidak akan ku lupa dalam catatan hidupku sebagai hujjahku di hadapan Allah...
Bismillah..... Ya Allah, muliakan saudariku ini semulia Khadijah, selembut Fatimah, seanggun Aisyah, secantik Zulaikha... Lengkapkanlah jalannya, mudahkanlah urusannya... Amien...
"Sunyi tak berarti hilang diam tak berarti lupa, karena diantara kita ada UKHUWAH teriring doa tuk saudaraku..... SEMOGA ALLAH MELINDUNGIMU".
Sebuah Pertemuan

Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan
Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan
Tika ku kealpaan
Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan, tika aku
Diuji dengan dugaan?
Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau katakan rahmat-Nya mengatasi segala
Menitis airmataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan
Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan
Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati
Yang dulu resah keliru
Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina
Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan
Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi
Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman
0 ulasan on " "
Catat Ulasan